Wisata Candipari

Penelitian dan publikasi sejarah tentang candi pari baik berupa tulisan maupun foto sudah lama di terbikan oleh sarjana – sarjana belanda :

1) Hageman di dalam TBG II tahun 1854.
2) P.j. veth. Java tahun 1878
3) JLA, Brandes .ROC tahun 1903.
4) J. Knebel, ROC tahun 1905/1906.
5) FDK Bosh .ROD tahun 1915.
6) Verbek mengadakan infentaris tahun 1889 – 1891.
7) NJ Krom dalam buku “ INLEJDING TOT DE HINDOE – JAVA ASCH KUNST 1923

Latar belakang cerita rakyat :

Candipari oleh masyarakat di lambangkan dengan dongeng sebagai peringatan hilangnya Jaka Pandelegan. pendirian Candipari di atas pintu candi di pahatkan angka tahun 1293 saka (1371 M) dengan demikian candi pari di dirikan pada masa kejayaan kerajaan majapahit pada masa pemerintahan raja hayam wuruk. Adapun ciri – ciri campa pada hubungan candi pari justru menunjukan tingginya toleransi di bidang kebudayaan pada waktu itu.

Latar belakang keagamaan :

Di dalam ROD tahun 1915 di sebutkan bahwa candi pari dan desa di sekitarnya pernah di temukan 2 arca siwa Mahadewa ,2 Arca Agastya, tujuh arca Ganessa dan tiga arca budha.yang semuanya di simpan di museum nasional jakarta. Latar belakang keagamaan Cand Pari bersifat Hindu. Hal ini di tunjukan adanya relief SANKHADI candi pari yang merupakan atribut dalam agama hindu.

Arsitektur Bangunan :

Candi pari di bangun menghadap ke barat dengan ukuran :

Panjang : 13,55 M

Lebar : 13,40 M

Tinggi : 13,80 M

Terbuat dari batu bata, sedangkan ombang atas bawah pintu masuk bilik candi menggunakan batu andesit. Secara arsutektural candi pari mempunyai perbedaan dengan candi – candi lainya di jawa timur. Perbedaan ini nampak pada benntuk fisik candi pari yang agak tambun dan kokoh seperti candi – candi di jawa tengah. Sedangkan candi di jawa timur berbentuk ramping. Selain itu perbedaan nampak pada bentuk kaki candi.

a. Kaki candi

Kaki candipari bertingkat dua, yaitu kaki candi atas dan kaki candi bawah, dengan istilah Batur

  • - Kaki candi I (batur) berdenah empat bujur sangkar dengan ukuran : Panjang : 13,55 M Lebar :13,40 M Tinggi : 1,50 M

Terdapat dua jalan masuk ke bilik candi. Kedua jalan tersebut merupakan trap /susunan anak tangga dengan arah selatan utara dan utara selatan. Jalan masuk seperti itu tidak di temui pada candi – candi di jawa timur. Susunan bata – bata kedua anak tangga itu masih asli. Tetapi kondosinya sudah aus dan pipi tangga dalam keadaan rusak. Pada bidang atasnya silasar selebar 1,70 M.

  • - Kaki Candi II berdenah bujur sangkar dengan ukuran : Panjang : 10 M Lebar :10 M Tinggi : 1,95 M

Pada salah satu sisi terdapat tangga naikan ke bilik candi, tangga naik tersebut merupakan susunan baru dengan menggunakan batu lama. Pada bagian dinding candi telah mengalami konsolidasi pada zaman kolonial belanda.

    b. Badan candi

Badan berbentuk bujur sangkar berukuran panjang 7,80 m, lebar 7,80m, tinggi 6,30 m, pintu masuk berbentuk segi empat ukuran pnjang 2,90 m, lebar 1,23 m, dan tebal 1m dengan tujuh buah doorple salah satunya terbuat dari batu adesit dengan pahat angka tahun 1293 saka ( 1371 M ) dan hiasan bwerbentuk segi tiga. Ambang atas pintu masuk ini pernah mengalami konsolidasi pada zaman kolonial belanda, yaitu di beri enam kayu balok jati. Tetapi setelah pada tahunn 1994 – 1999 di ganti dengan batu adesit sebanyak tujuh buah . profil batu candi yang masih tampak jelas yaitu profil bagan badan pada bagian atas, berupa sebuah bentuk sisi genta dengan lilis polos. Sedang di tengah dinding badan lainya terdapat pahatan berupa miniatur candi. Dengan hiasan bunga teratai dan rangka. Di kanan kiri pahatan miniatur candi mempunyai lubang angin sebanyak enam buah.

  • c. Bilik candi

Sebagian lantai candi merupakan tanah baru dengan menggunakan batu lama. Susunan lantai asli masih tampak di sudut barat daya dan sudut bart laut bilik candi. Di dalam bilik candi saat ini sudah tidak ada arcanya lagi ,akan tetapi di bagian dinnding timur ( antara lubang angin) terdapat sebuah tonjolan sebagai sandaran arca, ukuran bilik candi 6x6 m.

  • d. Atap candi

Atap candi sebagian besar telah runtuh, dengan ukuran panjang 7,80 m, lebar 7,80 m, dan tinggi 4,05 m. Hiasan yang masih tampak pada dinding atap berupa hiasan menara – menara panjang sudah tidak lengkap lagi. Antefik yang terlihat samar – samar serta hiasan binatang bertangga panjang ,keadaan sudah aus.

Ornamen :

Candi pari tidak punya ornamen. Pada kaki candi I (Batur) terdapat hiasan berbentuk semacam panel yang polos tanpa hiasan . sedangkan kaki II di tengah-tengah terdapat pahatan berbentuk seperti alas arca atau candi tanpa atap. Pada tubuh candi terdapat pahatan semacam panel-panel besar polos besar tanpa hiadan. Di dinding barat terpat di atas pintu masuk terdapat hiasan segi tiga sama sisi, bagian kecilnya berada di atas. Pada bagian dinding utaara timur dan selatan terdapat hiasan miniatur yang atapnya bertinggkat lima dengan puncaknya ada hiasan angka candi pari yang kita lihat saat ini hasil pemugaran tahun 1994 s.d 1999 oleh Kanwil DepDikBud dan Suaka peninggalan sejarah dan Purbakala Jatim melalui dana proyek pelestarian / pemanfaatan peninggalan sejarah dan Purbakala Jatim.